MikroSettingmikrosetting
11 Agustus 2026

Cara Setting Load Balancing 2 ISP dengan PCC di MikroTik (RouterOS 7)

Punya dua koneksi ISP tapi cuma pakai satu doang? Sayang banget bandwidth-nya. Di artikel ini OM bakal jelasin cara load balancing 2 ISP pakai PCC (Per Connection Classifier) di MikroTik RouterOS 7. Cocok banget buat RT/RW net, kost, atau kantor yang butuh bandwidth lebih gede dan tetep aktif kalau salah satu ISP down.

PCC itu metode load balancing yang udah "warisan" dari RouterOS 6 dan masih work di RouterOS 7. Bedanya di ROS7, sintaks firewall-nya udah sedikit berubah, tapi konsepnya sama aja.

Apa Itu PCC dan Kenapa Pilih PCC?

PCC atau Per Connection Classifier adalah teknik load balancing yang membagi traffic berdasarkan koneksi. Jadi setiap koneksi baru dari client bakal dialihkan ke salah satu ISP secara bergantian.

Kenapa PCC?

  • Sederhana — setup-nya ga ribet, cuma butuh firewall mangle + nat masquerade
  • Sticky session — satu koneksi bakal tetep di ISP yang sama (ga loncat-loncat)
  • Ga perlu hardware khusus — MikroTik biasa aja udah cukup
  • Works di RouterOS 7 — tetap kompatibel

Oh iya, kalau kamu butuh script load balancing cepat tanpa copy-paste manual, bisa pakai MKGenerator MikroSetting — generator script MikroTik online yang bikin hidup lebih gampang.

Topologi Jaringan

Sebelum mulai, pahami dulu topologi kita:

  • ether1 → koneksi ke ISP1 (misal 192.168.1.1)
  • ether2 → koneksi ke ISP2 (misal 192.168.2.1)
  • ether3 → LAN (bridge ke client)

Pastikan IP address di ether1 dan ether2 udah di-setting sesuai gateway masing-masing ISP. Nanti di step pertama kita set IP dulu.

Step 1: Set IP Address untuk Tiap ISP

Pertama, pastikan setiap port ISP punya IP address yang benar:

/ip address add address=192.168.1.2/24 interface=ether1 comment="ISP1 Gateway"
/ip address add address=192.168.2.2/24 interface=ether2 comment="ISP2 Gateway"

Contoh di atas anggep gateway ISP1 di 192.168.1.1 dan ISP2 di 192.168.2.1. Sesuaikan sama IP yang dikasih provider kamu.

Ini penting — jangan skip step ini. Kalau IP address salah, traffic ga bakal bisa keluar ke internet.

Step 2: Set Default Route untuk Tiap ISP

Selanjutnya, tambahin default route untuk masing-masing ISP. Kita pakai distance supaya kedua route aktif bareng:

/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 distance=1 check-gateway=ping comment="Route ISP1"
/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 distance=1 check-gateway=ping comment="Route ISP2"

Perhatiin: kedua route punya distance yang sama (1) dan pake check-gateway=ping. Artinya RouterOS bakal ping gateway tiap ISP, dan kalau salah satu mati, route-nya otomatis ga dipake.

Step 3: Mangle untuk PCC Load Balancing

Ini step intinya. Kita pakai firewall mangle untuk menandai paket pakai PCC. Di RouterOS 7, syntax mangle-nya seperti ini:

Mark connection untuk ISP1 dan ISP2

/ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.0.0.0/8 connection-mark=no-mark \n    action=mark-connection new-connection-mark="Conn-ISP1" passthrough=yes \n    per-connection-classifier=both-addresses:2/0 comment="PCC ISP1"

/ip firewall mangle add chain=prerouting src-address=10.0.0.0/8 connection-mark=no-mark \n    action=mark-connection new-connection-mark="Conn-ISP2" passthrough=yes \n    per-connection-classifier=both-addresses:2/1 comment="PCC ISP2"

Mark routing untuk tiap ISP

/ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=Conn-ISP1 \n    action=mark-routing new-routing-mark="via-ISP1" passthrough=yes comment="Route mark ISP1"

/ip firewall mangle add chain=prerouting connection-mark=Conn-ISP2 \n    action=mark-routing new-routing-mark="via-ISP2" passthrough=yes comment="Route mark ISP2"

Penjelasan singkat:

  • per-connection-classifier=both-addresses:2/0 → ambil semua kombinasi src+dst address, bagi 2 bagian, pakai bagian ke-0 (ISP1)
  • per-connection-classifier=both-addresses:2/1 → bagian ke-1 (ISP2)
  • connection-mark=no-mark → cuma proses koneksi yang belum di-mark (biar ga double)
  • passthrough=yes → biar paket bisa di-mark lagi di rule berikutnya

Ya, 4 rules mangle itu doang. Simple kan?

Step 4: Tambahin Routing Rule untuk PCC

Supaya traffic yang udah di-mark routing bisa keluar lewat ISP yang bener, tambahin route dengan routing mark:

/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.1.1 routing-mark=via-ISP1 \n    distance=1 check-gateway=ping comment="PCC Route ISP1"

/ip route add dst-address=0.0.0.0/0 gateway=192.168.2.1 routing-mark=via-ISP2 \n    distance=1 check-gateway=ping comment="PCC Route ISP2"

Route ini cuma dipake buat traffic yang udah di-mark via-ISP1 atau via-ISP2. Jadi flow-nya:

  1. Client kirim request → masuk ke ether3 (LAN)
  2. Mangle prerouting mark connection → Conn-ISP1 atau Conn-ISP2
  3. Mark routing → via-ISP1 atau via-ISP2
  4. Route khusus angkut traffic keluar lewat ISP yang sesuai

Step 5: NAT Masquerade

Terakhir, jangan lupa NAT masquerade supaya traffic internal bisa keluar internet. Satu rule untuk tiap ISP:

/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade comment="NAT Masquerade ISP1"
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether2 action=masquerade comment="NAT Masquerade ISP2"

Step 6: (Opsional) Connection Tracking & Conntrack Timeout

Di RouterOS 7, connection tracking biasanya aktif default-nya. Tapi kalau ada masalah koneksi putus-nyambung, coba set conntrack timeout-nya:

/ip firewall connection tracking set tcp-timeout=1h10m udp-timeout=1m

Ini opsional, tapi kadang dibutuhin buat connection yang sensitif kayak VoIP atau gaming.

Cara Test Load Balancing Work Atau Engga

Begitu semua setting udah diaplikasiin, saatnya test:

  1. Cek route — di terminal MikroTik, jalankan /ip route print detail. Pastiin ada 4 route default (2 tanpa routing mark, 2 dengan routing mark).
  2. Test speed — buka speedtest dari 2 client beda secara bersamaan. Perhatiin hasilnya, harusnya ada distribusi bandwidth dari kedua ISP.
  3. Test failover — cabut salah satu ISP (atau disable interface-nya), pastiin yang satunya tetep jalan.
  4. Monitor — pakai /interface monitor-traffic ether1,ether2 buat liat traffic real-time di masing-masing port.

Troubleshooting Umum

Ini beberapa masalah yang sering muncul dan cara ngatasinnya:

  • Traffic cuma lewat satu ISP aja — cek apakah distance route udah sama. Kalau ada route yang distance-nya lebih kecil, dia bakal diprioritasin.
  • Client ga bisa akses internet — pastiin IP address di ether1/ether2 bener, gateway bener, dan NAT masquerade udah ke-set.
  • Website tertentu ga bisa diakses — kadang situs tertentu blokir connection dari IP tertentu. Coba test di ISP satu-satu buat mastiin.
  • Latency naik-turun — kalau bandwidth kedua ISP beda jauh (misal 100Mbps vs 20Mbps), PCC bisa bikin yang koneksi "salah" ISP kecil jadi lemot. Pertimbangkan pake both-addresses-and-ports classifier buat distribusi lebih merata.

Perbedaan PCC di RouterOS 6 vs 7

Buat kamu yang baru upgrade ke RouterOS 7, beberapa hal yang perlu diperhatiin:

  • Firewall mangle — syntax-nya sama, tapi pastiin pakai /ip firewall mangle (bukan /ip firewall filter).
  • Route — di ROS7, route command sama aja, tapi interface di route sekarang lebih ketat validasinya.
  • Connection tracking — default-nya aktif di ROS7, di ROS6 harus di-enable manual.

Kesimpulan

Load balancing 2 ISP pakai PCC di MikroTik RouterOS 7 itu ga sesulit yang dibayangin. Intinya cuma 4 komponen:

  1. IP address di tiap port ISP
  2. Default route dengan distance sama + check-gateway
  3. Firewall mangle — mark connection + mark routing (4 rules)
  4. NAT masquerade untuk tiap interface ISP

Dengan total sekitar 10 perintah RouterOS, kamu udah punya load balancing yang work.

Tapi ingat, PCC itu load balancing simpel — dia cuma bagi koneksi berdasarkan jumlah, bukan berdasarkan beban. Kalau ISP1 bandwidth-nya 100Mbps dan ISP2 cuma 10Mbps, client yang dapet ISP2 bakal ngerasa lemot. Untuk kasus kayak gini, pertimbangkan pakai ECMP atau bahkan script-based load balancing yang lebih canggih.

Butuh Bantuan?

Masih bingung setup load balancing di MikroTik? Atau butuh settingan lain kayak hotspot, PPPoE, VPN, atau VLAN?

MikroSetting siap bantu! Kami jual jasa setting remote MikroTik untuk semua kebutuhan jaringan kamu.

Jangan sungkan tanya, konsultasi gratis! 🙌

© 2026 MikroSetting. All rights reserved.