MikroSettingmikrosetting
8 Agustus 2026

Cara Setting VLAN MikroTik untuk RT/RW Net atau Kantor (RouterOS 7)

VLAN itu kayak bikin tembok virtual di dalam satu jaringan fisik. Di kantor, kamu bisa pisahkan jaringan karyawan sama jaringan tamu. Di RT/RW net, kamu bisa pisahkan trafik admin dari trafik user. Efeknya: jaringan lebih aman, lebih rapi, dan kalau satu VLAN bermasalah, VLAN lain nggak ikut kena. Di artikel ini kita bahas cara setting VLAN MikroTik RouterOS 7 dengan script minimal ala MikroSetting — nggak pakai ribet-ribet.

Kapan VLAN Itu Dibutuhkan?

VLAN nggak selalu wajib. Buat jaringan rumahan 10 device, cukup pakai satu bridge biasa. Tapi di beberapa kondisi ini VLAN sangat membantu:

  • Kantor: pisahkan jaringan karyawan (akses file server, printer) sama jaringan tamu (cuma internet).
  • RT/RW net: pisahkan jaringan admin/management dari jaringan pelanggan biar user nggak bisa lihat perangkat lain.
  • Kost/indekos: tiap lantai atau tiap blok dapat subnet sendiri, biar traffic broadcast nggak saling ganggu.
  • ISP pemula: siap-siap kalau nanti narik VLAN dari OLT/switch managed ke router.

Istilah yang Perlu Dipahami Dulu

Biar nggak bingung pas praktek, hafal 4 istilah ini:

  1. Tag 802.1Q — penanda di frame ethernet yang berisi nomor VLAN. Switch dan router pake ini buat tahu paket milik VLAN mana.
  2. Trunk port — port yang membawa banyak VLAN sekaligus (frame-nya di-tag). Biasanya port yang nyambung dari router ke switch managed.
  3. Access port — port di switch yang cuma buat satu VLAN, frame-nya di-untag. Ini yang nyambung ke PC, CCTV, atau AP biasa.
  4. PVID — VLAN default untuk frame yang masuk tanpa tag di sebuah port.

Di MikroTik, kamu nggak wajib paham semuanya sampai level CCNA. Yang penting: paham cara bikin VLAN interface, kasih IP, dan kasih DHCP. Sisanya nyusul.

Cara Setting VLAN di MikroTik RouterOS 7

Kita pakai contoh kasus: kantor kecil dengan 1 router MikroTik (ether1 = WAN/ISP, ether2 = trunk ke switch managed), 2 VLAN:

  • VLAN 10 — Karyawan, subnet 192.168.10.0/24
  • VLAN 20 — Tamu, subnet 192.168.20.0/24

1. Buat VLAN Interface

Di Winbox: menu Interfaces → VLAN, lalu klik +. Atau lewat terminal dengan 2 baris ini:

/interface vlan add name=vlan10 vlan-id=10 interface=ether2
/interface vlan add name=vlan20 vlan-id=20 interface=ether2

interface=ether2 di sini adalah port trunk yang nyambung ke switch managed. Di sisi switch, port yang sama harus di-set sebagai trunk, dan port yang menuju PC karyawan di-set access VLAN 10, port tamu access VLAN 20.

2. Kasih IP Gateway per VLAN

Setiap VLAN butuh gateway sendiri. Di Winbox: IP → Addresses. Lewat terminal:

/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=vlan10 comment="VLAN 10 - Karyawan"
/ip address add address=192.168.20.1/24 interface=vlan20 comment="VLAN 20 - Tamu"

3. Setting DHCP per VLAN

Biar device di tiap VLAN otomatis dapat IP, buat pool dan DHCP server per VLAN. Catatan penting ala MikroSetting: pool didefinisikan sekali di bagian IP & DHCP, lalu DHCP server tinggal referensikan by name — sama polanya kayak hotspot dan PPPoE.

/ip pool add name="pool-vlan10" ranges=192.168.10.10-192.168.10.200
/ip pool add name="pool-vlan20" ranges=192.168.20.10-192.168.20.200
/ip dhcp-server add name="dhcp-vlan10" interface=vlan10 address-pool=pool-vlan10 lease-time=10m disabled=no
/ip dhcp-server add name="dhcp-vlan20" interface=vlan20 address-pool=pool-vlan20 lease-time=10m disabled=no
/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=1.1.1.1
/ip dhcp-server network add address=192.168.20.0/24 gateway=192.168.20.1 dns-server=1.1.1.1

Script Lengkap: Setting VLAN MikroTik dari Nol

Ini versi lengkap yang tinggal salin-tempel (sesuaikan nama interface dan subnet dengan topologi kamu). Asumsi ether1 = WAN:

# VLAN interface di atas port trunk
/interface vlan add name=vlan10 vlan-id=10 interface=ether2
/interface vlan add name=vlan20 vlan-id=20 interface=ether2

# IP gateway per VLAN
/ip address add address=192.168.10.1/24 interface=vlan10 comment="VLAN 10 - Karyawan"
/ip address add address=192.168.20.1/24 interface=vlan20 comment="VLAN 20 - Tamu"

# Pool + DHCP per VLAN
/ip pool add name="pool-vlan10" ranges=192.168.10.10-192.168.10.200
/ip pool add name="pool-vlan20" ranges=192.168.20.10-192.168.20.200
/ip dhcp-server add name="dhcp-vlan10" interface=vlan10 address-pool=pool-vlan10 lease-time=10m disabled=no
/ip dhcp-server add name="dhcp-vlan20" interface=vlan20 address-pool=pool-vlan20 lease-time=10m disabled=no
/ip dhcp-server network add address=192.168.10.0/24 gateway=192.168.10.1 dns-server=1.1.1.1
/ip dhcp-server network add address=192.168.20.0/24 gateway=192.168.20.1 dns-server=1.1.1.1

# NAT biar semua VLAN bisa internet
/ip firewall nat add chain=srcnat out-interface=ether1 action=masquerade comment="NAT Masquerade"

Firewall Antar-VLAN: Blokir VLAN Tamu

Kalau cuma sampai di atas, VLAN 20 (tamu) masih bisa akses VLAN 10 (karyawan) karena router melakukan routing antar-VLAN secara default. Buat jaringan kantor, biasanya tamu cukup dapat internet doang. Tambahkan rule ini:

/ip firewall filter add chain=forward src-address=192.168.20.0/24 dst-address=192.168.10.0/24 action=drop comment="Blokir VLAN tamu ke karyawan"

Kalau mau lebih ketat, drop semua antar-VLAN dulu, lalu allow hanya port-port tertentu (misal akses printer). Tapi buat kebutuhan umum RT/RW net dan kantor kecil, satu rule di atas sudah cukup. Ingat prinsip OM: jangan over-engineer.

Catatan: Bridge VLAN Filtering (Level Lanjutan)

Kalau nanti kamu mau MikroTik-nya sekalian jadi switch (bukan cuma router), kamu bisa aktifkan vlan-filtering di bridge:

/interface bridge add name=bridge1 vlan-filtering=yes
/interface bridge port add interface=ether2 bridge=bridge1 pvid=10 frame-types=admit-only-untagged-and-priority-tagged ingress-filtering=yes
/interface bridge vlan add bridge=bridge1 vlan-ids=10 tagged=bridge1 untagged=ether2

Ini hanya perlu kalau port fisik MikroTik langsung dipakai buat access per-VLAN tanpa switch managed di depannya. Buat tahap awal, cukup pakai pola VLAN interface + DHCP di atas — sudah jalan dan gampang di-maintenance.

Kesalahan Umum yang Sering Bikin Gagal

  • Lupa set trunk di switch managed — VLAN interface di MikroTik udah bener, tapi switch port-nya masih access VLAN 1. Hasilnya: device nggak dapat IP. Cek dulu konfigurasi switch-nya.
  • VLAN interface nyangkut di bridge tanpa vlan-filtering — kalau parent interface-nya bridge dan vlan-filtering mati, VLAN interface di atas bridge itu nggak akan jalan. Pilih salah satu pola: trunk ke port langsung, atau bridge vlan-filtering.
  • Subnet tumpang tindih — dua VLAN dikasih subnet yang sama, jadinya routing-nya ngaco. Pastikan tiap VLAN punya subnet beda.
  • DHCP server salah interface — DHCP VLAN 10 dipasang di interface vlan20. Gejalanya: client minta IP tapi nggak pernah dapat. Selalu cocokkan interface DHCP dengan VLAN-nya.

Buat yang males ngetik perintah manual, OM punya generator script MikroTik di mkgenerator.mikrosetting.com — tinggal isi form, script VLAN + DHCP + hotspot langsung jadi sesuai pola yang bener.

Kesimpulan

Setting VLAN MikroTik RouterOS 7 itu intinya cuma tiga langkah: bikin VLAN interface di atas port trunk, kasih IP gateway per VLAN, lalu bikin DHCP per VLAN. Tambah satu rule firewall kalau mau blokir akses antar-VLAN. Paham pola ini, kamu udah bisa rapihin jaringan kantor, RT/RW net, atau kost sendirian.

Kalau masih bingung atau nggak sempat setting sendiri, tim MikroSetting siap bantu jasa setting remote MikroTik — tinggal chat WhatsApp, router kamu kami setting dari jauh dengan rapi dan aman. Hubungi kami di WhatsApp (0852-1111-1111) atau email support@mikrosetting.com. Santai aja, yang penting jaringannya jalan.

© 2026 MikroSetting. All rights reserved.